Tampilkan postingan dengan label Tips&Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips&Trik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2019

Susunan Media Filter Yang Bagus Untuk Aquascape

Filter merupakan salah satu komponen fital untuk aquascape, tanpa filter tidak ada sirkulasi dan proses penyaringan kotoran dalam tank akuarium, karena dalam aquascape tidak hanya kotoran ikan namun juga ada sisa-sisa daun tanaman yang mati dan ini bisa meningkatkan kadar amoniak dalam tank kita yang bisa menyebabkan ikan keracunan dan memicu munculnya algae.

Oleh sebab itu filter dalam hobi aquascape begitu fital, namun tidak sembarang filter bisa digunakan untuk aquascape, yang paling direkomendasikan adalah filter jenis external canister, kenapa filter external canister sangat direkomendasikan? karena filter canister memiliki kapasitas media filter yang banyak dan luas sehingga dapat menampung media filter yang cukup banyak dan dapat menghasilkan filterasi yang baik.

Jenis media filter serta susunan media filter juga mempengaruhi proses filterasi yang membuat air jernih atau tidaknya serta mempengaruhi proses nitrifikasi, apa itu proses nitrifikasi? Proses nitrifikasi adalah sebuah proses dimana amoniak diubah menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi, seperti yang sudah saya jelaskan diatas amoniak merupakan racun untuk fauna karena bisa merusak sistem pernafasan serta makanan untuk alga sehingga dapat menyebabkan alga mudah tumbuh di tank kita.

Lalu jenis media filter apa yang bagus? Jenis media filter ada 3 yaitu biologis, mekanik, dan kimiawi. Media filter biologis seperti bio ring, batu apung, cristal bio. Media filter mekanik seperti kapas, spons, jap mat. Media filter kimiawi seperti karbon aktif dan resin cation.

Kemudian susunan Media filter yang bagus bagaimana? Susunan media filter yang bagus seperti gambar berikut :
susunan media filter
1. Media filter jenis mekanik jenis spons atau jap mat diletakkan dibagian paling bawah bertujuan untuk menyaring kotoran kasar seperti sisa daun busuk kotoran ikan dll.

2. Media filter biologis fungsi utama media filter ini adalah sebagai tempat hidup bakteri baik yang berguna untuk mengurai amonia menjadi nitrit, volume media filter jenis ini harus lebih banyak dari media filter jenis lain tujuannya agar lebih banyak bakteri baik yang hidup, saya pribadi menggunakan media filter seachem matrik betuknya seperti gambar diatas, namun bisa juga menggunakan batu apung ataupun cristal bio. 


3. Media filter mekanik jenis kapas putih yang biasa beredar di pasaran, penggunaan media filter ini untuk menyaring kotoran halus.

4. Media filter Kimiawi, media filter kimiawi bersifat optianal bisa di gunakan ataupun tidak, saya pribadi merekomendasikan resin cation merk seachem purigen karena lebih efektif dari karbon aktif.

Nomer 1 - 3 merupakan media filter yang harus ada, dan susunannya tidak boleh salah sebab tahapannya adalah penyaringan kotoran besar - penguraian amoniak oleh bakteri baik - menyaring kotoran kecil sehingga hasinya akan membuat air tampak jernih dan sehat untuk ikan dan tanaman kita. Semoga bermanfaat.

Senin, 03 Juni 2019

Lampu Aquascape Yang Bagus Untuk Pertumbuhan Tanaman


Semua tanaman membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis tanpa cahaya tanaman tidak akan bisa hidup sebab proses fotosintesis adalah proses dimana tanaman menghasilkan makanan dan energi untuk kebutuhan hidup dan berkembang tanaman tersebut.

Di alam tanaman memperoleh cahaya dari sinar matahari, sedangkan diekosistem tertutup seperti aquascape kita harus menambahkan cahaya yang bersumber dari lampu untuk memenuhi kebutuhan cahaya tanaman.

Namun tidak sembarang lampu bisa digunakan untuk aquascape sebab jika kita salah memilih lampu keseimbangan dalam aquascape akan terganggu dan bisa menyebabkan terjadinya hal - hal yang tidak kita inginkan, misalnya lampu UV memang cukup bagus untuk tanaman namun bisa membunuh bakteri baik serta bisa menyebabkan cacat pada ikan dan tidak baik untuk mata manusia yang melihatnya dalam jangka panjang.

Maka dari itu kita tidak boleh sembarangan memilih lampu untuk tank kita, ada beberapa jenis lampu yang dianjurkan seperti lampu LED, florescent, dan halogen, namun lampu LED lah yang paling di ajurkan selain daya tahan lampu yang cukup lama bahkan ada yang bisa tahan sampai 50.000 jam juga karena lampu ini tidak terlalu menghasilkan panas yang berlebih sebab diaquascape suhu juga dapat mempengaruhi ekosistem.

Lalu apakah semua lampu LED bisa digunakan untuk aquascape? jawabannya adalah tidak, sebab satuan lampu tidak hanya Watt saja tapi ada satuan Kelvin, dan Lumen.  Apa itu kelvin dan Lumen ?

Kelvin dalam satuan cahaya adalah satuan yang digunakan untuk mengukur warna atau temperatur warna dari suatu sumber cahaya dan kelvin sendiri tidak berkaitan dengan tingkat terang atau tingkat panasnya sebuah lampu, semakin tinggi nilai kelvin dalam sebuah lampu maka akan menghasilkan warna cahaya semakin kebiruan, sedangkan semakin sedikit nilainya akan menghasilkan warna cahaya yang semakin terlihat menguning lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :


Lumen adalah satuan untuk mengukur jumlah total cahaya yang terlihat oleh mata manusia, lumen ini lah yang mempengaruhi terlihat lebih terang atau tidaknya sebuah cahaya lampu yang diterima oleh mata kita.

Secara awam Watt dan Kelvin merupakan acuan setandar untuk memilih lampu aquascape, namun untuk proses fotosintesis tanaman memerlukan cahaya berwarna biru dengan panjang gelombang 440 - 460 nm dan merah dengan panjang gelombang 620 - 650 nm, lihat diagaram dibawah ini :

Namun jika kita hanya menggunakan lampu dengan cahaya biru dan merah yang memang bagus untuk fotosintesis tanaman tapi kurang bagus untuk dipandang, sedangkan aquascape dibuat dengan tujuan dasar untuk hiasan yang indah dipandang mata kita.

Maka dari itu lampu yang cocok untuk aquascape adalah lampu yang memiliki pancaran warna putih, biru, dan merah. Sederhananya lampu LED 6500 - 8000 Kelvin atau lampu LED Cool Daylight cocok digunakan untuk aquascape  lampu jenis ini banyak tersedia dipasaran namun saya merekomendasikan menggunakan merk phlips karena memiliki lumen yang lebih tinggi dari merk lainnya.

Lalu berapa watt yang cocok untuk aquascape saya?
Ukuran watt sebenarnya bukan acuan yang paling baik untuk menentukan lampu aquascape namun dengan ukuran PAR tapi karena alat ukur par yang mahal banyak orang menggunakan satuan watt/liter, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tergantung jenis tanaman yang kamu gunakan dan seberapa padat tanaman yang kamu tanam, jika menggunakan tanaman yang tergolong hight ligh maka untuk hasil yang bagus maka gunakan pencahayaan yang tinggi pula, demikian juga untuk tanaman jenis low light juga harus menggunakan pencahayaan yang rendah sampai medium.

Baca juga : 10 Tanaman Low Light Untuk Aquascape Dan Cocok Untuk Pemula

Panduan kasar Watt per liter :

0,25 Watt per Liter = Pencahayaan Rendah
0,50 Watt per Liter = Pencahayaan Sedang
0,80 - 1,0> Watt per Liter = Pencahayaan Tinggi  


Bersambung part 2

Kamis, 30 Mei 2019

Sandstone Sibatu Cantik Dan Murah Untuk Aquascape


Ada banyak pilihan batu untuk aquascape mulai dari Seiryu, Ohko, Lava rock, Black Pagoda dan lain sebagainya, namun akhir - akhir ini ada salah satu batu yang lagi hit yaitu batu yang bernama sandstone, sesuai dengan namanya batu ini adalah jenis batu sedimen terdiri dari mineral berukuran pasir atau butiran batuan yang bersar dari pecahan batuan - batuan lainnya, dan merupakan jenis batuan sedimen umum serta banyak ditemukan dalam cekungan sedimen diseluruh dunia.  

Batu ini memiliki berat yang cukup ringan, memiliki pola yang tidak beraturan, dan memiliki tampilan warna yang tergolong natural serta sangat cocok digunakan untuk aquascape dengan tema tebing, iwagumi yang berkonsep pegunungan batu seperti pegunungan karst yang asli ada di alam seperti ini :



Tidak hanya keunikan dan kecantikan bentuknya batu ini banyak diminati, namun juga karena memiliki harga yang tergolong murah di pasaran dijual per kilogram sekitar Rp 10.000 - Rp 25.000 semakin unik bentuk dan polanya maka harganya lebih mahal.



Seperti yang sudah saya sebutkan tadi batu ini cocok digunakan untuk aquascape dengan tema tebing, karena karakteristik batu sandstone ini memiliki cekungan - cekungan kecil dan pori - pori yang lumayan besar maka sangat pas jika di tempeli moss, dan disandingkan dengan pasir silica maupun soli agar terlihat lebih natural.

Semoga bermanfaat...    

Batu Apung Sebagai Media Filter Dan Rumah Bakteri Untuk Aquascape

batu apung

Kalian pasti tidak asing lagi dengan batu apung bukan? Ya, batu apung memiliki fungsi yang bagus untuk di gunakan sebagai media filter maupun sebagai rumah bakteri di tank sobat karena karakteristik batu apung memiliki rongga – rongga kecil yang berguna sebagai tempat koloni bakteri baik.

Batu apung atau bisa juga di sebut pumice ini menjadi salah satu pilihan bagi para scaper untuk di jadikan media filter maupun dijadikan rumah bakteri baik di tank dan pastinya ramah di kantong, batu ini di jual di pasaran kisaran harga Rp 10.000 – Rp 25.000 / liternya, sangat ekonomis bukan.

Saya pribadi menggunakan batu ini untuk media filter maupun rumah bakteri di tank saya alasan dasarnya karena lebih ekonomis dan hasilnyapun juga bagus tidak kalah dengan produk bermerk, karna memang kebanyakan produk bermerkpun menggunakan batu ini sebagai bahan dasarnya.

Batu apung sebagai media filter

Jika ingin menggunakan batu apung sebagai media filter langkah pertama adalah mencuci terlebih dahulu batu tersebut kemudian letakkan batu apung di lapisan kedua jika mengganakan canister DIY seperti saya, peletakannya seperti gambar berikut :
Penjelasannya japmat / spon filter bertujuan untuk menyaring kotoran besar seperti daun tanaman, dan batu apung sebagai media koloni bakteri, kapas filter digunakan untuk menyaring kotoran halus/ lembut.

Batu Apung Sebagai Rumah Bakteri 

Tidak hanya di gunakan didalam canister batu apung juga bisa digunakan didalam tank sebagai rumah bakteri, susunan penempatannya didalam tank sebagai berikut :
  1. Bakteri starter 
  2. Batu apung
  3. Pupuk dasar
  4. Soil / pasir malang 
Catatan : Sebelum di gunakan cuci dahulu batu apung tersebut untuk menghilangkan kotoran dan serbuk halus yang menempel di batu.

Semoga bermanfaat... 

Senin, 10 Desember 2018

Mengenal Brown Algae Di Aquascape Dan Cara Mengatasinya

Brown algae



Brown algae atau biasa di sebut diatoms (Diatomaceae) adalah jenis ganggang yang tidak berbahaya namun kemunculannya sangat mengganggu penampilan aquascape milik kita, alga ini biasa muncul pada tangki baru yang masih berumur satu sampai tiga minggu, ganggang ini dapat melapisi setiap permukaan dalam tangki seperti substrat, kaca, peralatan teknis, daun tanaman dan dekorasi.

Sebenarnya penyebutan nama brown algae pada alga ini tergolong salah karena pada dasarnya ganggang coklat sejati adalah Phaeophyceae dan tidak hidup di air tawar orang menyebut brown alga karena warnanya.

Penyebab Umum

Munculnya diatom selama fase awal di tangki aquarium sebenarnya normal, serta kemunculannya menandakan belum seimbangnya ekosistem di dalam aquarium, diatom menyukai AMONIA dan SILIKAT untuk tumbuh dan berkembang karena mereka membangun dinding sel kotak mereka dari zat ini.

Secara umum alga ini muncul disebebakan oleh beberapa faktor, beberapa faktor tersebut adalah :

CO2

Kurangnya kandungan CO2 terlarut dalam air juga menjadi penyebab tumbuhnya alga ini, akuarium baru tanpa injeksi CO2 dan menggunakan cahaya yang sangat minim dapat mempercepat kemunculan si alga ini, jadi keseimbangan C02 dan cahaya harus di perhatikan.

Pasir silika dan batu Zeloit

Penggunaan pasir silika sebagai substrate maupun sebagai dekorasi serta penggunaan batu zeloit sebagai media filter juga menambah peluang si alga ini untuk tumbuh, hindari penggunaan pasir silika dan batu zeloit sebagai media filter secara bersamaan.

Amonia

Karena ganggang ini menyukai amonia untuk tumbuh maka hindari memasukkan ikan dalam fase awal atau dalam minggu pertama setelah set up.karena dalam fase ini bakteri baik pemakan amonia belum berkembang, kotoran ikan dan sisa makanan ikan serta daun tanaman busuk adalah faktor munculnya amonia.


Pencegahan

Setelah mengetahui penyebab kemunculan si alga ini lankah pencegahan yang menurut saya efektif adalah :
  • Menyeimbangkan Tingkat pencahayaan dan CO2.
  • Menggunakan media filter yang bagus seperti crystal bio, bio ring, seachem matrix, batu apung, kapas halus serta kapas kasar, juga gunakan bakteri setarter untuk mempercepat perkembangan bakteri baik.
  • Memasukkan pemakan alga di hari ketiga setelah set up, pemakan alga seperti keong tanduk cukup ampuh selain rakus memakan alga ini keong ini juga memakan daun tanaman yang membusuk sehingga dapat mengurangi pemicu munculnya amonia.


Penanganan

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas dengan mengetahui penyebab munculnya alga ini maka dengan menghindari atau mengurangi penyebab kemunculan alga ini adalah langkah yang paling bagus, namun jika alga ini sudah tumbuh di akurium kita maka agan tidak perlu kawatir ada langkah untuk membersihkannya yaitu dengan cara memasukkan pemakan alga yang cukup ampuh seperti keong tanduk, ikan SAE, dan ikan ottocinclus affinis. Agar efektif setelah memasukkan pemakan alga jangan pernah memberi pakan ikan hingga beberapa hari kedepan. 

Sekian dari saya jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang alga ini silahkan bertanya di kolom komentar di bawah ni. Terimakasih.



Minggu, 02 Desember 2018

Mengenal Black Beard Algae (BBA) Dan Cara Mengatasinya

Black Berad Algae

Black Berad Algae (BBA) atau bias juga di sebut algae sikat yang memiliki nama latin (Audounella sp. , Rhodochornton sp.) Termasuk dalam kelompok ganggang merah seperti ganggang staghorn. Warna alami ganggang ini bervariasi dari mulai hijau gelap, abu-abu hingga hitam pekat dan jika di masukan kedalam cairan alkohol ganggang ini warnanya akan berubah menjadi agak kemerahan.

BBA menempel cukup kuat pada bidang yang di tumbuhinya, algae ini suka menempel atau tumbuh di daun, batang tanaman, substrat maupun kayu dan batu di aquascape, sedikit cerita daun tanaman anubias dan kayu di aquascape milik saya pernah terserang alga ini, dan alga ini  tergolong alga yang bandel untuk di bersihkan.

Penyebab Umum

Black Beard Algae biasa di temukan atau tumbuh di aquascape dengan tanaman yang padat dan di daerah yang kurang terlewati arus (Blank Spot), juga di temukan dalam akuarium yang penuh ikan dengan sedikit tanaman maupun tanpa tanaman sekali, alasan munculnya alga ini adalah pencemaran air karena zat organic yang tinggi dari kotoran ikan, bagian tanaman yang sudah busuk dan pemberian makan ikan yang berlebih sehingga ada sisa makanan yang tak termakan oleh ikan.

Kadar CO2 juga cukup berpengaruh pada faktor tumbunya si alga ini, biasanya kandungan CO2 yang terlarut dalam air tidak stabil(naik turun) dan di tambah pencahayaan yang tinggi dan durasi pencahayaan yang terlalu lama di nyalakan juga menjadi penyebab ganggang ini tumbuh subur.

Cara Mengatasi

Setelah kita tahu secara umum faktor penyebab ganggang ini tumbuh maka dengan mengurangi faktor penyebab tumbuhnya alga ini termasuk langkah antisipasi agar alga ini tidak tumbuh di aquascape milik kita.

Namun jika algae ini sudah tumbuh di dalam aquascape milik kita maka segeralah lakukan beberapa metode dan contoh kasus di bawah ini untuk menghilangkan si BBA jika tidak alga ini akan menyebar dengan cepet ke media yang lain.



Contoh Kasus Pertama – CO2 & Cahaya

Jika aquascape milik kamu tidak ada system CO2 tambahan dan memiliki tanaman yang slow grow (tumbuh lambat) seperti anubias, bucephalandra maka perhatikan pencahanyaan apakah cahaya yang kamu miliki tergolong tinggi tau tidak, serta perhatikan durasi pencahanyaan milik kamu rekomendasi dari para master maksimum durasi pencahayaan adalah 4-8 jam/hari.
Dan Jika kamu menggunakan system CO2 tambahan dalam aquascape milik mu perhatikan kesetabilan injeksi CO2, namun jika menggunakan DIY CO2 untuk mencari kesetabilan injeksi sangat sulit maka dari itu para master memang menyarankan menggunakan CO2 tabung, namun jangan kawatir masih ada opsi dan conton lain menangani BBA ini simak terus ya 😊

Kasus kedua – SUHU

Karena kita berada di daerah tropis maka suhu rata – ratanya sekitar 30 - 31 derajat Celsius, suhu ini mendukung perkembangan si algae, jika pada suhu ini pencahayaan dinyalakan kemungkinan tumbuhnya alga semakin bertambah, maka dari itu saya pribadi menyalakan lampu di jam 2 dini hari – jam 8 pagi kerena pada jam jam tersebut suhu ruangan berada di sekitar 27 – 28 derajat Celsius di tambah penggunaan kipas maka suhu air akuarium bahkan biasa turun sampai 26 derajat Celsius.

Kasus Ketiga – PUPUK

Pemberian pupuk cair maupun pupuk tancap yang berlebih dapat merangsang pertumbuhan si jenggot hitam ini, pada minggu pertama awal tanam di sarankan jangan terlalu overdosis memberikan pupuk karena pada tahap ini tanaman belum menyerap nutrisi dengan sepurna karena dalam fase penyesuaian, jadi kandungan nutrisi yang tidak di gunakan oleh tanaman  akan merangsang si ganggang untuk tumbuh dan memakannya.

Kasus ini sering terjadi pada aquascaper yang masih baru karena ingin tanamannya segera terlihat hijau dan lebat sehingga pada masa awal tanam dosis yang diberikan terlalu tinggi dan jadinya malah si algae siring muncul ditambah bacteri baik belum berkembang dalam tahap ini, memungkinkan peluang si algae cepet tumbuh kerana belum ada pesaing dalam mencari makan.

Kasus Keempat – Sang Pemburu 

Ya pemburu alga menurut saya wajib dimasukkan di tank baru 3 hari setelah sat up aquascape, karena dengan adanya pemakan alga pertumbuhan alga biasa di control salah satunya BBA alga ini, rekomendasi saya adalah :
  1. Keong tanduk.
  2. Ikan SAE(Siasmese Algae Eater).
  3. Black Molly.
  4. Udang amano.
  5. Red Cherry Shrim (RCS)
Dulu baru awal bermain aquascape saya tidak berfikiran memasukkan para pemburu ini dan akhirnya bisa di ketahui beberapa alga muncul di aquascape milik saya mulai dari brown alga, hair alga dan BBA, setelah browsing sana sini saya tau bahwa di minggu awal setelah set up aquascape minimal 3 hari para pemakan alga ini wajib di masukkan.

Kasus Kelima – Sang Pembunuh

Terkadang kita sudah jengkel dengan kemunculan si alga ini dan memilih cara yang cukup instan untuk memberantasnya, saya sendiri juga melakukan hal ini dengan menggunakan kimia untuk membunuh si alga BBA, karena memang si BBA tergolong bandel untuk di hilangkan saya menggunakan hidrogen peroksida untuk membasmi alga ini yang tumbuh di hardscape milik saya yaitu kayu dan batu, dan saya menggunakan algaelang produk dari aquasegar untuk membasmi alga yang tumbuh di tanaman milik saya.

Cara pemakaiian kedua kimia ini sama, dengan cara menyemprotkan langsung ke alganya sesuai dengan dosis yang di anjurkan dan tunggu beberpa menit maka alga akan mati beberapa hari kemudian, namun perlu di ingat hal ini di lakukan jika hanya beberapa kasus dan cara di atas sudah tidak manjur alias cara ini adalah opsi terakhir.

Kesimpulan

Kehadiran alga memang sangat mengganggu pemandangan aquascape kita, dan alga merupakan salah satu indikator ketidak seimbangan ekosistem diaquascape milik kita, cara yang ampuh menanggulangi alga BBA ini adalah dengan meminimalisir faktor pemicu kemunculan alga ini seperti yang sudah saya jelaskan di atas, jika anda pertanyaan silahkan ajukan pertannyaan di kolom komentar.

Sekian dari saya termikasih sudah membaca 😊

Minggu, 15 Januari 2017

Yuk Mengenal Lighting Aquascape

Lighting Aquascape

Lighting atau pencahayaan aquascape merupakan pemberian cahaya dengan tujuan menjaga kesehatan tanaman dan ikan yang berada di dalam Aquarium. Keutamaan dari pencahayaan bagi tanaman aquascape sangatlah penting, cahaya yang dipancarakan adalah sumber energy dari proses ketahanan hidup tanaman tersebut.

Disamping itu, cahaya yang dihasilkan dan dipancarkan lampu tersebut haruslah sangat terang. Perbandingan dasar dari system pencahayaan yakni bila sebuah tangki yang dangkal maka membutuhkan cahaya yang lebih sedikit dan bila tangki tersebut dalam maka sebaliknya. Suhu dari lampu juga perlu dijaga, yakni dengan kisaran 6700k hingga 10000k, suhu tersebut merupakan suhu dimana tumbuhan membutuhkan untuk tumbuh.

Pada masa dahulu, cahaya lamppu yang mampu memberikan energy tumbuh pada tanaman aquascape juga membutuhkan tegangan listrik yang berlebihan dibandingkan saat ini. Dengan kemajuan perkembangan teknologi saat ini, untuk memberikan penerangan yang tinggi hanya memubutuhkan tegangan listrik yang lebih hemat. Nah, untuk itu sahabat aquscaper, berikut lampu-lampu yang bisa menjadi rekomendasi untuk pencahayaan tanaman aquascape Anda.

Jenis Lampu Recommended Aquascape :

•    T5 Fluorecent
T5 merupakan teknologi lampu dari metal halide, dengan keunggulan lebih tipis dan juga lebih terang, T5 ini memberikan watt yang tinggi dengan pendistribusian lebih merata dalam akuarium. Tidak ada dampak beriak dalam akuarium dengan menggunakan T5 ini, melainkan hanya pancaran sinar merata dari kke tiap ujung akuarium.

T5 ini memiliki harga yang cukup terjangkau, akan tetapi T5 ini lebih sering diganti dari pada lampu LED yang banyak digunakan oleh umumnya, keuntungan menggunakan T5 ini lebih tipis dan juga lebih terang. Kelemahannya kurang efisien dibanding dengan perlengkapan LED.

•    Metal Halide
Lampu khusus ini sangatlah terang dari 100watt hingga 400watt, Metal Halida merupakan lampu khusus dengan kemampuan yang memberikan cahaya dengan efek berkilau dalam akuarium yang terkadang diinginkan oleh sebagian orang. Kekurangan dari Halida adalah panas yang berlebih pada bagian bawah lampu dan dalam penempatan harus digantung diatas akuarium.

Kekurangan lainnya adalah harganya yang belum ekonomis, dengan penerangan yang mampu bagian bawah akuarium dalam, sayangnya saat ini pengguna Metal Halide berkurang seiring munculnya T5S dan LED, hal itu dikarenakan meski energy output ketiga lampu tersebut sama, metal halide lebih boros strum/energy listrik.

•    LED
Lampu yang ketiga ini merupakan lampu yang paling banyak digunakan saat ini, karena keefisiennan yang lebih ekonomis dalam perlengkapan akuarium. Lampu LED menggunakan teknologi yang mendukung pertumbuhan tanaman dalam ruangan (indoor), lebih unggul dari pada lampu lainnya seperti T5 dan Meta Halide, LED menggunakan watt yang tinggi dengan kombinasi lensa dapat menerangi akuarium dalam hingga merata dan cahaya yang dikeluarkan lebih menyebar. 

Kelebihan dari LED ini adalah daya listrik yang sedikit mampu mengeluarkan cahaya yang sama dengan T5 atau Halide. Ukuran yang terbilang kecil memungkinkan setting tempat untuk lampu lebih mudah.

Pemilihan Lampu Akuarium

Memilih lampu akuarium harus menggunakan cahaya sekitar 6700k hingga 10000k (K = Kelvin, Satuan warna temperature), dengan diatas 6700k tersebut maka akuarium akan lebih terang dan berwarna putih, sangat indah untuk dipandang. Itulah beberapa lampu rekomended untuk anda, disetiap pembelian lampu pastikan dulu atuan K-nya dan pastikan barangnya berkualitas.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Triks and Tips Membuat Underwater Waterfall Simple


Underwater Waterfall memang lagi trend dikalangan pecinta aquascape dan ikan hias. Daya tarik keindahan air terjun dalam akuarium ini memang luar biasa menakjubkan, tapi tahukah Kamu bahwa membuat Underwater Waterfall ini cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang sangat lama?
Bagi sobat yang penasaran prosesnya bisa ikuti step-step dibawah ini secara sekama. Berikut langkah-langkah dan bahan-bahan yang harus disiapkan.

  1. Pipa paralon dengan diameter 1 inch (ukuran menyesuaikan tinggi akuarium atau selera)
  2. Sambungan pipa paralon berbentuk L
  3. Aerator (pembangkit gelembung)
  4. Selang Aerator (digunakan sebagai penutup)

Langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Siapkan pipa paralon yang tadi sudah diukur dengan tinggi akuarium atau selera Anda tadi, lalu lubangi atau buat rongga seukuran setengah dari diameter di salah satu ujung paralon.
  2. Pasang sambungan pipa L pada ujung yang masih utuh dengan paralon yang sudah dilubangi setengah diameter tadi, lalu buat lubang seukuran selang Aerator pada tengah sambungan (buat lubang dengan ukuran yang sama dengan selang Aerator pada sisi sambungan L).
  3. Masukan selang pada lubang yang kecil hingga tembus pada potongan setengah diameter diujung satunya tersebut.
  4. Buat posisi Aerator sejajar dengan ujung yang dipotong setengah diameter tadi, jika sudah sejajar dan siap untuk dicoba masukkan paraon yang sudah terpasang Aerator tadi ke dalam akuarium.
  5. Dan siapkan bagian dasar dari Aerator yang sudah masuk ke dalam akuarium tadi pasir putih halus , agar tidak merusak tatanan aquascape lainnya buat dibagian yang masih kosong dalam akuarium dan untuk menyamarkan pipa tutup atau timbun pipa dengan batuan alami (gunakan batu berwarna kontras dengan pasirnya unttuk kesan yang lebih natural.

untuk lebih jelasnya bisa Anda amati gambar di bawah ini dengan seksama.

waterfall

Itulah langkah-langkah dan trips untuk  membuat Underwater Waterfall, semoga sobat bisa segera mencobanya, bila kurang jelas tinggalkan komentar. Sekian terimaksih.